Pondok Pesantren dan Boarding School Itu Beda

nu.or.id

Pondok Pesantren dan Boarding School banyak mengira sama. Padahal ada hal-hal esensial yang berbeda di antara keduanya. Oleh sebab itu akan sedikit diulas perbedaan di antaranya keduanya agar kita tidak salah meletakkan posisi pesanten dari boarding school, juga sebaliknya.

Maka yg pertama adalah pesantren itu berdiri berakar dari adanya Kyai, kemudian datang santri untuk meminta ilmu kepada Kyai, kemudian karena rumah Kyai tidak cukup menampung santri yang semakin lama semakin banyak, maka atas inasiatif para santri dan tentu atas izin Kyai mereka kemudian mendirikan gubug sebagai tempat mereka menginap dan belajar.

Nah, jadi yang harus kita ketahui ciri pertama dari pesantren adalah, pesantren itu didirikan oleh atas inisiatif santri dengan seizin Kyai. Maka itu namanya Pondok (terambil dari kata bahasa arab “Funduq” yang berarti penginapan) dan pesantren ya karena yang menginap di pondok itu adalah para santri. Ini yang harus kita fahami.

Sedangkan Boarding School, biasanya berdiri atas inisiatif organisasi atau perseorangan yang memiliki dana tapi tidak mampu memberikan ilmu, sehingga menyediakan kepemimpinan itu kepada biasanya alumni pesantren.

Baru kemudian cari murid kemana-mana biar masuk Boarding School itu. Ini (sekali lagi) bukanlah sebuah kesalahan. Tapi jika menggunakan bahasa bebas, maka kita tentu bisa “menuntut” Boarding School untuk menyediakan fasilitas yang dijanjikan, sedang di pesantren tentu tidak diperkenankan untuk protes. Kenapa? Karena kita ini tamu, yang meminta diajari oleh Kyai pimpinan pesantren.

Jadi kalau tidak suka dengan suasan pesantren, tidak sesuai dengan pengajaran di pesantren itu tentu baik kiranya kita pamitan baik-baik kepada Kyai. Inilah yang harus betul-betul kita fahami supaya tidak salah mengerti antara pesantren dan boarding school.

Karena Pesantren ini milik kyai secara perorangan, maka tentu kyai juga yang berhak mengawal jalannya pendidikan di pesantren. Karena keputusan adalah hak milik kyai, maka biasanya keputusan akan berlangsung cepat, karena diambil perseorangan oleh kyai. Bedanya dengan boarding school, keputusan ini melewati musyawarah secara kolektif kolegial antar sesama pendiri atau pengurus organisasi yang mendirikan.

Maka itu kesannya memang lebih lambat daripada pesantren, karena melewati banyak jalur. Tapi meskipun begitu, bording school terkesan lebih “demokratis” daripada pesantren yang jelas lebih “otoriter” karena diputuskan oleh Kyai secara perorangan.

Selanjutnya yang jadi pembeda secara prinsip adalah, 100% isi pondok pesantren adalah fikiran kyai , tapi hasil dari Boarding School adalah campuran fikiran beberapa orang. Titik lemah pemikiran ala pesantren ini adalah, jika Kyainya wafat dan kaderisasi tidak berhasil, maka biasanya pondoknya juga ikut-ikutan mati, beda dengan bording school, siapa pun yang memegang kebijakan tidak mutlak bisa menerapkan kebijakan itu, karena dia juga harus tunduk di bawah aturan organisasi yang mengatur pesantren itu.

Itulah beberapa perbedaan antara pesantren dan boarding school, serupa tapi tidak sama. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Penulis: Oki Rachmatullah
Pemerhati Dunia Pendidikan Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *