Cara Al Hikmah Boarding Tumbuhkan Kemandirian

Al Hikmah Boarding School memiliki nilai pendaftaran masuk sebesar Rp. 60.000.000-an. Angka demikian cukup besar bagi sebagian masyarakat Indonesia. Maka Al Hikmah Boarding School Batu memberikan penekanan menumbuhkan jiwa kemandirian kepada siswa. Tentu tidak mudah. Kali ini kami akan mengulas caranya.

Tentu tidak mudah, karena rata-rata anak yang masuk ke Al Hikmah Boarding School berasal dari keluarga yang berada. Segala sesuatu sudah tersedia, tinggal pakai. Bahkan pakaian pun dicucikan. Bahkan ketika diantar pun, kopernya ada sudah ada yang bawakan.

Wawancara Eksklusif Kehidupan Pra Sekolah

Kemandirian di Al Hikmah Boarding School bukan langsung dimulai dari pendisiplinan yang ketat. Justru dimulai dari pendalaman setiap siswa dengan pendekatan lebih personal. Menurut kami ini memakan waktu yang cukup lama. Namun karena di Al Hikmah siswanya tidak begitu banyak, maka hal ini sangat mungkin.

Semua dimulai dari wawancara eksklusif ketika seleksi. Yang diwawancarai bukan hanya siswa, tapi juga orangtua. Salah satu tema yang diulas adalah persoalan pola hidup. Bagaimana mindset orang tua terhadap anak digali. Apakah anak tidak boleh susah sedikit pun atau bagaimana, semua menjadi informasi pertama.

Apakah menurut Bapak dan Ibu, ananda sudah mandiri? Ini menjadi pertanyaan awal yang dilontarkan.

Baru kemudian sang anak juga ditanyakan tentang beberapa hal. Apa yang menjadi fasilitas selama di rumah, tv, mobil, atau… Ini menjadi informasi awal bagi sekolah. Sehingga bentuk siswa yang datang sudah diketahui dari A-Z. Tujuannya, karena sentuhan di Al Hikmah lebih banyak personal, maka diharapkan pola pendidikan akan tepat dan melejitkan potensi siswa.

Dua Bulan Pertama di Al Hikmah Boarding School

Sekolah pada umumnya menerapkan masa orientasi siswa dalam jangka waktu yang pendek. Di Al Hikmah Boarding Batu, masa orientasi justru berlangsung lama, dua bulan. Bahkan selama masa orientasi, pendidkan formalnya pun berbeda. Lebih banyak menerima pelatihan. Inilah awal kemandirian di Al Hikmah.

Yang dilatih pertama kali adalah jam biologis yang berbeda dengan kebiasaan yang ada di rumah sebelumnya. Pembiasaan pola hidup baru inilah yang menjadi titik tekan penting. Hidup dimulai dari pukul 3:00 dan selesai pada pukul 21:00. Tentu membutuhkan proses pembiasaan. Ini digembleng selama dua bulan.

Penyesuaian yang kedua adalah tentang komunikasi dengan orang tua. Di Al Hikmah Boarding School setiap siswa tak lagi menjadi anak manja. Caranya dengan berlatih membatasi komunikasi agar tumbuh jiwa mandiri. Baik orang tua atau anak, ditahan untuk berkomunikasi selama dua bulan pertama. Ini membutuhkan pembiasaan di saat media komunikasi sudah sangat mudah.

Ketiga yang diperlukan adalah penanaman soft skill. Bukan target akademik tertentu. Setiap siswa akan mendapatkan pelatihan sebagai dasar kesiapan belajar. Terutama kedisiplinan dalam mengatur waktu, tanggung jawab secara personal, dan motivasi untuk berprestasi. Sikap-sikap ini menjadi bekal untuk menempuh percepatan masa pendidikan kemandirian di Al Hikmah.

Siswa Al Hikmah menerima kunjungan tamu

Melatih Kedisiplinan dengan Militer

Selama masa dua bulan pertama, Al Hikmah Boarding School bekerjasama dengan TNI untuk menggembleng beberapa aspek siswa. Terutama sikap sebagai seorang prajurit yang memiliki tanggung jawab tinggi dan fisik prajurit.

Fisik menjadi salah satu penekanan paling utama. Setiap siswa diberikan porsi penggemblengan fisik yang konstan. Lari menjadi kewajiban pokok. Kemudian latihan baris berbaris di bawah terik matahari dari pagi. Pasti ada yang drop. Bahkan Mim Saeful Hadi, selaku salah satu penanggung jawab Al Hikmah menyatakan, “Tentu ada yang kaget, tapi itu adalah proses yang baik.”

Dalam latihan bersama militer dari angkatan darat ini setiap siswa diselipkan tentang prinsip-prinsip pendidikan di militer. Terutama berjuang tanpa kenal menyerah. Seperti militer yang siap di segala medan dengan kemampuan bertahan.

Jika diilustrasikan kepada siswa, maka hal ini mengartikan bahwa mereka harus siap hidup di setiap zaman. Perubahan yang cepat menjadikan setiap orang membutuhkan adaptasi yang sangat cepat. Siswa harus siap dan tanpa kenal menyerah di medan zaman.

Pendidikan Asrama di Al Hikmah

Ada hal yang unik di Al Hikmah Boarding School terkait asrama. Modelnya bukan seperti asrama pesantren atau boarding school pada umumnya. Asrama di sekolah seluas 15 hektar ini memiliki asrama semacam rumah. Lengkap dengan ruang tamunya. Atau istilah kerennya Cottage.

Cottagenya dua lantai. Setiap lantai terdiri dari 3 sampai dengan 4 kamar. Di lantai terbawah ada ruang tamu. Intinya benar-benar seperti rumah. Di sinilah mereke dididik seperti sebuah keluarga. Yang ingin ditumbuhkan adalah rasa tanggung jawab.

Ada yang jadi ketua kamar, ada yang jadi kepala rumah. Setiap kepala rumah dinamai dengan struktur pemerintah. Ada camat, ada bupati, dan bahkan ada gubernur. Semuanya tanggung jawab dibebankan kepada siswa itu sendiri.

Sehingga mereka membangun disiplin sendiri. Inilah proses kemandirian di Al Hikmah. Contoh membangunkan pagi, mereka harus membiasakan diri membangunkan temannya. Juga disiplin kebersihan. Tidak bisa mereka ke kelas dengan keadaan kamar kotor. Ada konsekuensi yang harus ditanggung jika kamar kotor.

Kurikulum pendidikanProposal Hidup Siswa

Setiap siswa Al Hikmah di dua bulan pertama dituntun untuk membuat proposal hidup siswa. Setiap anak akan dibimbing menulis proposal hidup yang berisikan cita-cita di masa yang akan datang. Di sinilah siswa akan dituntut untuk disiplin menjalankan proposal hidup tersebut.

Yang paling penting sebenarnya dari proposal hidup yang siswa buat adalah melatih kedewasaan dari kesadaraan bahwa masa depan ia tentukan ketika itu. Masa depan adalah kehidupan yang dijalani sekarang. Oleh sebab itu kedisiplinan yang dilahirkan di Al Hikmah berdasarkan sikap kedewasaan yang dipupuk berasaskan tanggung jawab.

Cara-cara ini selanjutnya dilakukan berjenjang agar proposal hidup siswa bisa terwujud. Mereka dituntut untuk menjalani. Ketika ada yang gagal, siswa tidak lagi dihukum, tapi ada konsekuensi yang didiskusikan dengan cara berdialog sebagai seorang laki-laki dewasa. Kemandirian di Al Hikmah pada akhirnya terbangun dengan tahapan yang baik.

Simak wawancara tentang proposal hidup dengan siswa Al Hikmah Boarding School Batu

Tak Ada Gading Yang Tak Retak

Beberapa cara ini menghasilkan penempaan kedewasaan yang cukup baik di Al Hikmah. Meskipun demikian, tentu tidak ada gading yang tak retak. Tentu Al Hikmah memiliki kekurangan dalam cara menempa kemandirian siswa.

Jika dibandingkan dengan pesantren, ada satu hal yang menurut kami pesantren lebih unggul. Yaitu pendidikan kesederhanaan. Di Al Hikmah fasilitasnya sangat mumpuni, sehingga memang cocok bagi mereka yang mendambakan pendidikan berkualitas dengan kenyamanan tinggi.

Oleh sebab itu Al Hikmah menjadi salah satu pendidikan boarding school terbaik yang menempa kemandirian dengan sistematis dan berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *