Konsep Dasar Self Directed Learning

Pembelajaran berbasis minat, bakat dan potensi peserta didiknya. Inilah yang diterapkan oleh SMA Al Hikmah Boarding School Batu. Bagaimana pihak sekolah mampu mendorong para siswanya untuk menggapai apa yang ia cita-citakan. Sehingga, pelayanan yang diberikan kepada tiap siswanya pun berbeda sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Dan itu sudah dikemas dalam panduan yang disebut Self Directed Learning (SDL).

Apa Self Directed Learning?

Secara definisi, SDL sendiri maksudnya proses peserta didik mengambil inisiatif, dngan atau tanpa bantuan orang lain dan dilakukan dengan menyadari kebutuhan belajar masing-masing, mengatur tujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar serta menilai hasil. Pendekatan ini menggantikan paradigm lama – dimana guru menjadi satu-satunya sandaran pengembangan atau Teacher Directed Learning.

Para peserta didik dituntut untuk aktif dan mandiri di dalam mengejar perkembangan diri masing-masing. Sehingga mereka mendapatkan keleluasaan untuk memilih pelajaran mana yang ingin diperdalam dan mengatur seberapa banyak jam pelajaran atas bidang tertentu sesuai skill dan minat yang diyakini. Di samping itu peserta didik dituntut untuk melakukan manajemen belajar sendiri, dan melakukan penilaian dan memotivasi dirinya sendiri.

Sehingga yang menarik di sekolah ini, jadwal pelajaran berbeda tiap minggunya. Para guru akan memasang jadwal kapan dia mengajar dan apa materinya. Dan peserta didik ini bisa memilih jadwal yang ingin diikutinya. Misalnya untuk materi sejarah untuk Kerajaan Majapahit, bisa jadi ada murid yang merasa sudah tidak perlu lagi ketemu guru, cukup belajar sendiri, mengerjakan modul dan tugas-tugasnya. Tapi mungkin masih merasa kurang untuk pelajaran biologi ini tentang DNA. Murid itu bisa boleh mengambil materi lebih banyak dari temannya. Sehingga tidak jadi soal si murid mengambil jam pelajaran lebih dari yang disyaratkan pada kurikulum 2013.

Kemandirian Belajar Siswa

Sehingga di Al Hikmah Batu, murid belajar tidak hanya mengandalkan guru. Anak-anak juga bisa belajar dari sumber lain. Salah satunya melalui aplikasi yang kami kembangkan sendiri yaitu Learning and Content Management System (LCMS). Jadi bukan hal yang aneh di sini ketika anak-anak memegang laptop dan dia belajar secara mandiri.

Akhirnya percepatan kemampuan bisa dioptimalkan. Sehingga tidak jarang ditemui terdapat sejumlah siswa yang pada ketika itu baru semester 1, tapi sudah mempelajari materi untuk semester 2 di mata pelajaran tertentu. Sehingga targetnya bisa terlaksana sesuai SDL-nya masing-masing.

Bagaimana dengan peran gurunya? Berbeda dengan sekolah pada umumnya, para guru di SMA Al Hikmah ini memiliki peran cukup kompleks. Dimulai dari membantu siswa dalam merencanakan pembelajaran berbasis proyek. Dalam tahapan ini, para guru diminta untuk membimbing peserta didik untuk mengontrol proses belajarnya masing-masing. Dimulai dari kapan waktu yang efektif dan dimana hingga metode apa yang digunakan.

Dilanjutkan dengan mengajar proses berpikir independen. Pendidikan dalam kelas tidak lagi efektif dengan mengandalkan metode satu arah. Maka dari itu, di Al HIkmah membuat atmosfer diskusi di antara muridnya. Guru membentuk beberapa kelompok belajar, kemudian diberikan tugas untuk dikerjakan bersama. Dengan ini diharapkan murid bisa terstimuli dan terbiasa menyelesaikan masalah. Barulah di akhir, dilakukan evaluasi bersama.

Dengan sistem pembelajaran yan sedemikian rupa ini, para calon wali murid diharapkan tidak lagi ragu untuk menjadikan SMA Al Hikmah Boarding School Batu untuk menjadi tujuan pendidikan buah hatinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *