Kurikulum Pendidikan Millenial di Al Hikmah Batu

sekolah terbesar di IndonesiaKurikulum pendidikan di Indonesia seringkali berubah seiring perubahan menteri. Oleh sebab itu kali ini kami akan mengulas sekolah yang menggunakan kurikulum yang berbeda namun sangat sesuai di era millenial. Di Al Hikmah sering disebut dengan Self Directed Learning.

Di Al Hikmah Boarding School Batu kurikulum yang digunakan merujuk kepada diknas, SMA seperti pada umumnya. Hanya saja kurikulum yang ada di sekolah seluas 15 hektar ini memiliki pendekatan yang berbeda kepada siswa. Inilah yang kami sebut dengan kurikulum millenial.

Paradigma Kurikulum Pendidikan

Di Indonesia kurikulum sudah berganti berkali-kali. Saya mengalami sistem Cawu. Di internet banyak beredar bahwa Indonesia sudah 11 kali berganti kurikulum. Di antaranya adalah kurikulum 1994 dan kurikulum 1999. Di sini identitasnya adalah muatan lokal yang cukup besar.

Kurikulum kemudian terus berganti hingga kurikulum 2013, dan kurikulum 2015. Semua memiliki pola sendiri-sendiri. Namun yang paling penting bisa ditandai adalah pola pendekatan siswa di setiap kurikulum pendidikan yang berbeda-beda.

Paradigma Pendekatan Guru ke Siswa

Paradigma lama menyatakan bahwa pendidikan terpusat kepada guru. Teache Directed Learning. Guru menentukan tujuan belajar dan konten yang akan dipelajari peserta didik. Sehingga dalam proses pembelajaran berlaku satu arah.

Paradigma selanjutnya dalam kurikulum pendidikan adalah berlakunya dua arah pendidikan. Antara guru dan siswa berlaku timbal balik. Diskusi sudah muncul di jenis ini. Guru hanya mengajari peserta didik untuk menyusun tujuan dan memilih hal-hal yang dipelajari. Student Directed Learning.

Fokus kurikulum pendidikan mulai bergeser kepada siswa, tidak sepenuhnya guru. Ini yang terjadi di kurikulum 2013 dan 2015. Guru berfungsi mengajarkan dan mengarahkan. Ada keikutsertaan guru dalam peningkatan kemampuan. Oleh sebab itu pada akhirnya muncul pendidikan dua arah yang memancing keaktifan siswa.

Kriteria Sekolah UnggulanParadigma Kurikulum Pendidikan di Era Millenial

Jika di era sebelumnya pendidikan berpusat di guru, kemudian bergeser ke siswa namun dalam satu arah pendidikan, maka di era millenial pendidikan berpusat ke siswa dalam kehendak siswa itu sendiri.

Siswa memiliki peranan penuh dalam menentukan pendidikan untuk dirinya sendiri. Guru hanya berfungsi sebagai pendamping saja. Bukan pengarah, bukan pula sepenuhnya pengajar, tapi lebih kepada pendamping. Sederhananya, jika siswa bingung, guru adalah tempat bertanya, tapi bukan mengajarkan.

Baca Profil sekolah Al Hikmah Boarding School di sini!

Kurikulum pendidikan yang demikian di Al Hikmah Boarding School disebut dengan Self Directed Learning. Atau dengan bahasa sederhananya mengembalikan pendidikan siswa ke sisi alamiah dirinya. Apa yang dikehendakinya mampu terwujud, bahkan lebih cepat.

Inilah yang seringkali di era millenial disebut dengan passioan. Life is passion. Siswa mengikuti passion yang ada pada dirinya. Sehingga perkembangan yang dimiliki begitu cepat. Seperti orang yang gemar melukis, tanpa disuruh pun akan melukis.

Bentuk Kurikulum Pendidikan di Era Millenial

Untuk memahami lebih mudah tentang Self Directed Learning atau yang disebut dengan kurikulum millenial ini, kami akan menjelaskan bagaimana praktek ini berjalan di Al Hikmah Boarding School Batu.

Untuk memancing passion siswa, guru akan melakukan pancingan-pancingan dengan diskusi personal. Tugas guru menggali potensi siswa dengan berkisah tentang masa lalu, apa yang sudah dikerjakan sehingga bisa diidentifikasi.

Setelah passion diketahui, maka yang dilakukan siswa adalah membuat proposal hidup. Proposal hidup harus memiliki tujuan yang jelas. Ingin menjadi pemilik rumah sakit. Ingin menjadi diplomat andal di usia tiga puluh lima tahun.

Siswa pun merinci detil usaha untuk mencapai target yang sudah ditentukan tersebut. Dari usia di sekolah hingga nantinya di usia yang sudah ditentukan. Jika ingin menjadi dokter, maka harus kuat pengetahuan Ilmu Pengetahuan Alam.

Guru pada proses ini memberikan contoh tokoh inspiratif yang sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh siswa tersebut. Contoh ingin jadi diplomat, maka mencontoh Marty Natalegawa. Dari contoh inilah siswa belajar dari perjalanan hidupnya.

Fungsi Guru di Kurikulum Pendidikan Millenial

Maka fungsi guru pun di kurikulum pendidikan yang satu ini menjadi berbeda. Guru lebih berfungsi sebagai teman diskusi dari pada pengajar. Ketika siswa kebingungan guru harus menjadi teman. Guru harus mampu lebih dekat kepada siswa bukan sebagai orang lain.

Mudahnya, guru berfungsi sebagai konsultan. Bukan sebagai pengajar. Tempat mengadu. Sehingga posisi guru tidak layak memarahi, tapi lebih kepada mengarahkan. Dalam posisi ini anak sudah dianggap sebagai anak yang dewasa. Ia mampu memilih jalan hidupnya sendiri. Guru mengingatkan kalau arahnya salah.

Maka fungsi utama guru dalam kurikulum pendidikan yang satu ini adalah motivator bagi siswanya. Tidak mudah. Karena motivator harus memiliki pengalaman dalam hidup, pengalaman dalam pembelajaran, sekaligus pengalaman dalam menangani siswa dengan beragam model karakter yang dimilikinya.

wawancara proposal hidup siswa Al Hikmah Boarding School Batu

Hasil dari Kurikulum Pendidikan Millenial

Efek dari kurikulum pendidikan ini sebenarnya adalah percepatan siswa dalam menemukan minat dan bakatnya secara natural. Ketika anak sudah menemukan minatnya, maka guru tidak lagi harus mendorong, tapi justru mengejar siswa tersebut.

Oleh sebab itu yang lebih penting adalah kedalaman siswa terhadap suatu bidang pada akhirnya menemukan momentumnya. Ia akan mengusai mendahului yang lainnya. Saat yang lain lulus kuliah belum menemukan apa bakatnya, ia sudah ahli dalam satu bidang tertentu.

Inilah yang menjadikan kurikulum pendidikan harus mengikuti era millenial. Karena era millenial tidak memiliki ketetapan. Perubahan sangatlah cepat. Maka yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk adaptasi dengan cepat. Apa yang dipelajari di sekolah lima tahun yang akan datang sudah tidak berfungsi. Di era millenial hal ini sangat mungkin terjadi.

kurikulum pendidikan millenialKelemahan Kurikulum di Al Hikmah Boarding School

Kurikulum ini dalam sudut pandang penulis tidak cocok digunakan untuk anak usia menegah pertama. Lebih cocok difungsikan pada anak dewasa, atau menengah atas. Oleh sebab itu di Al Hikmah boarding School Batu metode ini berjalan pada jenjang SMA.

Hal ini disebabkan titik tekan kurikulum pendidikan yang satu ini justru pada aspek kedewasaan siswa. Maka di Al Hikmah Boarding School Batu ada masa orientasi yang dijalankan untuk mematangkan tingkat kedewasaan siswa.

Dari kedewasaan itulah selanjutnya mereka bisa menentukan jalan apa yang akan ditempuh di masa yang akan datang. Cita-cita pun sudah matang berkaca pada kemampuan pribadi. Tidak hanya sebatas ingin keren sebagai pilot. Atau sebagai dokter. Ini yang membuat kurikulum pendidikan yang satu ini tidak bisa diterapkan di sembarang tempat.

Profil Al Hikmah Boarding School Batu

Al Hikmah Boarding School adalah sekolah yang menerapkan Self Directed Learning yang kami sebutkan sebagai kurikulum pendidikan millenial. Terletak di Batu, tepatnya Giripurno. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 15 hektar.

Jika anak Anda masuk sekolah ini tesnya cukup panjang. Dari mulai tes dengan orang tua, hingga harus tes dengan psikolog dan guru dalam bidang mata pelajaran tertentu. Ini berfungsi sebagai identifikasi awal kemampuan dan kelemahan siswa.

Fasilitasnya pendidikannya cukup lengkap, bahkan ada lahan pertanian dan peternakan yang difungsikan sebagai praktek siswa selama masa studi di Al Hikmah Boarding School Batu. Sekolah asrama di ketinggian 890 di atas permukaan air laut ini sangat cocok untuk generasi millenial.

Untuk info lebih lengkap bisa hubungi 0811 3007 055. Juga bisa whatsapp.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *