Kurikulum Pendidikan Ini Mengatasi Era Millenial

Self Directed Learning

Kurikulum pembelajaran selalu berkiblat pada subjek atau objeknya. Sederhananya, kurikulum membuat cara agar pelajaran bisa terserap siswa dengan baik. Maka tinggal guru yang dominan mengajar, atau peran siswa yang aktif. Masing-masing ada teorinya.

Secara garis besar, ada dua jenis paradigma pendidikan. Yang pertama adalah paradigma lama, yang berpusat kepada guru. Jadi guru sangat dominan. Atau dikenal dengan Teacher Directed Learning. Sedangkan yang kedua mengandung penekanan kepada siswa. Yaitu peserta didik menyusun tujuan belajarnya, kemudian guru menjadi pengarahnya. Disebut dengan Student Directed Learning.

Yang kedua lahir di era disrupsi, atau orang menyebutnya era 4.0. Dari Student Directed Learning kemudian berkembang menjadi Self Directed Learning. Di mana siswa tidak sebatas dikaitkan dengan pembelajaran, tapi lebih luas, kepemimpinan dan lain sebagainya.

Apa Kurikulum Self Directed Learning?

Pengertian dari Self Directed Learning adalah peningkatan kemampuan akademik dan non akademik di mana polanya bergantung pada individu yang relevan untuk zaman dan waktu. Artinya Self Directed Learning adalah pola pembelajaran mandiri siswa.

Salah satu hal penting yang harus diketahui dari kurikulum pendidikan millennial ini adalah kegiatan guru yang mengajari peserta didik untuk berpikir independen. Kemudian guru juga mengajarkan peserta didik untuk melakukan manajemen, perencanaan pembelajaran secara mandiri.

Artinya kebebasan dalam belajar sepenuhnya diberikan kepada siswa, sedangkan yang lain, guru, hanya sebagai pendamping saja. Seperti wasit dalam dunia sepakbola. Namun pada hakikatnya semua sangat bergantung kepada siswa itu sendiri.

Pentingnya Self Directed Learning

Tujuan dari kurikulum pendidikan ini adalah memiliki kemampuan belajar mandiri. Sehingga mampu menghadapi masa depan di mana perubahan berjalan sangat cepat. Kecepatan perubahan pada akhirnya menjadi perubahan itu sendiri.

Sehingga yang dibutuhkan di masa yang akan datang adalah kemampuan setiap orang untuk belajar secara cepat. Youtuber tumbuh berkembang, pada tidak ada kelasnya. Mereka tumbuh begitu saja. Itu karena mereka memiliki kemampuan untuk belajar mandiri di internet.

Apalagi ilmu pengetahuan saat ini sudah berkembang sangat pesat dan tersebar dengan gratis di mana-mana. Sehingga yang dibutuhkan bukanlah mencari ilmu pengetahuan. Karena pengetahuan sekarang justru menghampiri kita. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk menyerap dan memahaminya dengan cepat.

Oleh sebab itu yang paling tepat diberikan kepada siswa saat ini adalah bukan pengetahuan itu sendiri, tapi kemampuan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan.

Peran Siswa di Kurikulum Pendidikan 4.0

Pada prosesnya, siswa memiliki peran yang sangat dominan dalam kurikulum pendidikan yang satu ini. Siswa tidak hanya menjadi subjek, tapi juga penentu kebijakan itu sendiri. Sehingga apa yang dipelajari adalah bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Siswa bahkan menetapkan perencanaan dan proses pembelajaran itu sendiri dengan tujuan yang pasti. Contoh, saya belajar Matematika, saya harus menjadi ahli di usia sekian. Siswa yang harus menentukannya. Maka siswa biasanya dituntut untuk membuat proposal hidup berdasarkan minat dan bakat yang dimilikinya.

Karena berdasar kepada kehendak sendiri, maka proses pembelajaran berjalan sangat cepat dan dinamis. Rasa keingin tahuan ditumbuhkan lebih besar agar siswa mampu menggali pelajaran hingga optimal ke akar-akarnya.

Pada akhirnya jam pelajaran pun tidak lagi terbatas. Semampu siswa. Jika memang bisa menggali pelajaran sampai 14 jam, maka dilakukan. Atau bahkan bisa lebih. Tergantung kemampuan siswa itu sendiri.

Pola Siswa dan Guru lebih dinamis

Peran Guru dalam Self Directed Learning

Peran guru dalam kurikulum pendidikan era 4.0 ini hanya sebagai motivator dan konsultan. Ketika siswa ingin menetapkan fokus pada sebuah bidang, guru harus menggali benar minat dan bakat siswa tersebut. Caranya dengan cerita perjalanan hidup, bahkan sampai dengan tes psikologi.

Tugas selanjutnya adalah meyakinkan. Tugas ini dilakukan bertahap. Guru juga menghadirkan contoh profil yang sudah sukses pada bidang yang ingin digeluti. Dengan cara demikian siswa termotivasi dan terus ingin berimprovisasi.

Yang terakhir dan paling penting adalah pemberian kunci. Guru harus memberikan kepada siswa kunci untuk bisa membuka kotak-kotak Pandora yang tersebar. Terutama bahasa. Maka dalam era 4.0 pembelajaran bahasa tidak cukup hanya satu bahasa saja, harus lebih. Paling tidak bahasa Inggris dengan Arab, atau Inggris dengan Mandarin. Tergantung kebutuhan.

Dunia Sudah Berubah

Ya, dunia sudah berubah. Harus kita terima bahwa dunia sudah sangat cepat berada dalam perubahan. Banyak pekerjaan yang hilang, banyak pula pekerjaan yang aneh kini datang. Maka dibutuhkan kurikulum pendidikan yang menghasilkan siswa mampu belajar dengan mandiri.

Simak wawancara tentang proposal hidup siswa dengan siswa Al Hikmah Boarding School Batu

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *