Pengalaman Ke Hidayatullah | SMP Islam Surabaya

SMP Swasta di Surabaya

Waktu itu zonasi menjadi kabar mengejutkan bagi orangtua seperti saya. Penerimaan sekolah berdasarkan jarak. Sedangkan prestasi atau nilai dikaburkan. Saat itulah sebagai orang tua kita panik, anak harus sekolah di mana? Otomatis mencari SMP swasta Surabaya. Saya kemudian menuju SMP Luqman Hakim Surabaya, atau orang menyebut SMP Islam Surabaya ini sebagai SMP Hidayatullah Surabaya.

Terletak di jalan Kejawan Putih Tambak Mulyorejo, atau orang sering menyebut dekat Pakuwon City dan di belakang ITS, kampus SMP Hidayatullah cukup strategis. Parkirnya cukup luas, sehingga tidak membuat kemacetan ketika berbondong-bondong datang. Waktu itu ada tiga mobil yang datang berturut-turut.

Kesan di SMP Hidayatullah Surabaya

Kesan saya pertama kali masuk kampus adalah, kampusnya religius, tandanya adalah saya langsung dihadapkan dengan pemandangan kubah masjid yang begitu besar. Dalam filosofi pendidikan, gedung paling besar, itulah pusat pendidikan.

SMP Hidayatullah memiliki pusat pendidikan di masjidnya. Tanda lainnya adalah, masjid memiliki letak di tengah-tengah antara komplek asrama dan komplek kelas. Itu pertanda pengelola mendesain SMP Swasta Islam ini agar siswa selalu akrab dengan masjid. Ke kelas melewati masjid, ke kamar melewati masjid.

Saya pun berkunjung ke masjid yang dikelilingi tiang, tidak banyak dinding, terasa sangat nyaman, luas, tinggi, angin bebas masuk. Saya memang pertama kali menilai lembaga pendidikan Islam dari masjidnya. Jika melihat sekolah negeri, atau sekolah umum, pasti masjidnya kecil, itu artinya pendidikan Islam memang bukan fokus pembelajaran.

Saya kemudian menunggu giliran bisa bertemu petugas, ustadz berjenggot, mengikuti sunnah. Saya tidak sendirian, banyak orang tua panik seperti saya di saat zonasi mendadak. Ketika giliran saya tiba, setelah saya tanya ini dan itu jawabannya saya sudah tahu,

“Mohon maaf bapak, sejak dua bulan lalu Alhamdulillah sudah penuh.”

Artinya yang mendaftar di SMP Luqman Hakim Surabaya ini bukan karena zonasi, tapi karena kuota sudah habis. Apalagi pihak sekolah hanya membuka dua tiga rombongan belajar saja. Efeknya otomatis tidak sesuai dengan permintaan masyarakat.

smp islam surabaya luqman hakim hidayatullah

Alasan SMP Luqman Hakim Favorit

Saya kemudian bertanya mengapa sudah penuh. Jawabannya, di sini ada tiga jenis pendidikan. Pertama adalah pendidikan regular. Saya tanya yang regular kelebihannya apa. Prestasinya, pendidikan agamanya. Kemudian disodorkan daftar prestasi, saya kroscek di website melalui hp, kok banyak juara sains. Hebat. Seperti olimpiade matematika, IPA, robotik. Keren. Saya tambah nyesel.

Kalau masalah agama, saya tidak tanya detil, Hidayatullah dari dulu dikenal sebagai pesantren. Sudah pasti pendidikan agamanya sangat kental. Berdiri dari tahun 70-an, Hidayatullah saya kenal melalui media cetaknya yang tebal dan berbobot.

Laki-laki setinggi 165 ini terus menjelaskan, yang kedua adalah pendidikan boarding school, hidup penuh di SMP Luqman Hakim selama 24 jam. Saya tanya, bangun jam berapa tidur jam berapa, jawabannya dilatih tahajud setiap hari, kemudian tidur sekitar jam 10 malam. Wah. Kok bisa ya.

Tapi ternyata belum selesai, ada satu jenis pendidikan lagi di SMP Islam Surabaya ini, yaitu boarding takhasus tahfidz. Atau istilah sederhananya khusus tahfidz Quran. Dari keterangan, nantinya anak bisa hafal al Quran dalam jangka waktu dua tahun, dan satu tahun lagi untuk murajaah. Weh, cepet sekali. Saya sedikit terperanjat.

Semoga Yang Lain Tidak Terlambat

Karena saya sebagai orang terakhir, dan saya diberi kesempatan untuk keliling, maka saya manfaatkan. Saya berkeliling dari satu kelas ke kelas lain. Saya lihat kelasnya modern. Tidak ada kesan pondok pesantren. Ini memang SMP Islam di Surabaya yang cukup bagus. Wajar kalau saya terlambat daftar. Sekolah Islam ini tidak mengenal zonasi.

Yang membuat saya senang, kelas perempuan dan laki-laki juga terpisah. Tidak disatukan. Inilah yang membuat saya merasa tenang. Sebab, pertumbuhan anak di masa aqil baliqh adalah pertumbuhan yang sangat rawan dengan lawan jenis. Mengenalkan makna bukan muhrim tidaklah mudah. Saya katakan sangat sulit.

Di akhir saya bertanya tentang biaya yang harus dikeluarkan, pendaftarannya dua puluh satu juta. Mirip dengan SMP Islam di Surabaya lainnya. Memang mahal bila dibanding negeri. Tapi masih banyak yang lebih mahal. Tidak perlu saya sebutkan. Hehehe…

Walaupun saya kecewa, dan berusaha mencari sekolah SMP Swasta Islam lainnya di Surabaya, tapi kedatangan saya hari itu cukup membuat saya tahu kenapa SMP Luqman Hakim Surabaya sudah habis kuota sebelum masa zonasi tiba.

Oh ya, kalau mau hubungi ustadz pendaftaran di sana, bisa hubungi Ustadz Wahyu, saya sudah izin menyebarkan nomornya, 0856-3152-632. Sampai sekarang saya masih berkomunikasi. Alhamdulillah selalu dijawab. Doakan semoga saya mendapatkan SMP Islam Surabaya lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *