Hukuman di Pesantren Mojokerto | Aneh tapi Mendidik

Hukuman di Pesantren
Gambar Ilustrasi

Hukuman di pesantren banyak macamnya. Anda yang dari pesantren ketika mengingatnya pasti tersenyum tersendiri. Kali ini kami akan membahas salah satu hukuman di pesantren Darul Hikam Mojokerto. Menurut kami ada yang sangat unik.

Tim sekolahpesantren.id pada bulan Januari mendapatkan kesempatan ke pesantren di Kecamatan Puri Mojokerto. Pesantren ini tidak besar. Tapi cukup kondusif dengan santri berjumlah ratusan.

Saya mendapatkan kesempatan untuk shalat berjama’ah Isya. Suaranya bagus. Bisa dilihat link video shalatnya di sini.

Yang menurut kami aneh adalah selepas shalat, ada yang shalat sunnah hingga puluhan rakaat, dilaksanakan di hadapan kyai. Kira-kira berjumlah sembilan orang. Ternyata mereka sedang menjalankan hukuman di pesantren.

Sebab Hukuman di Pesantren

Sebabnya, mereka terlambat, ada juga yang hafalannya kurang. Pesantren Darul Hikam Mojokerto memang memiliki program tahfidz yang berjenjang di samping pendidikan formal di SMP dan SMA.

Kami mendekat ke kyai, kami tanya, “Mengapa hukumannya shalat banyak rakaat?”

“Shalat itu mencegah perbuatan yang mungkar. Semoga shalat yang banyak ini bisa mencegah mereka berbuat kesalahan lagi,” KH. Masruhan Choteb selaku pimpinan menjawab tanpa ragu.

Di pesantren ini juga ada terapi dzikir bagi santrinya yang memiliki akhlaq kurang baik. Terapinya selepas shubuh, terkadang juga selepas magrib. Diberikan amalan dengan dzikir yang panjang. Harapannya melembutkan hati. Ini dilakukan kepada santri yang memiliki akhlaq kurang baik.

Jika akhlaq santri diketahui tidak baik, bukan kurang baik, maka akan mendapatkan hukuman di pesantren yang berat. Yaitu ditepikan terlebih dahulu ke pesantren yang memiliki fasilitas jauh lebih minim dibandingkan Darul Hikam Mojokerto.

Tujuannya, santri yang mendapatkan hukuman di pesantren yang memiliki fasilitas minim pada akhirnya akan merasakan bahwa hidup tidak mudah. Maka menghargai orang sangatlah penting. Menghormati sesama juga penting. Maka tidak boleh menyakiti, kita harus membahagiakan.

Namun hukuman di pesantren yang ketiga ini harus dengan izin dari wali santri. Karena memiliki konsekuensi besar terhadap tumbuh kembang anak secara psikologis. Namun hal ini ternyata ampuh sekali.

Kami menyimpulkan, Darul Hikam Mojokerto adalah tempat pendidikan dengan pendampingan unsur akhlaq yang cukup baik. Akhlaq sebelum ilmu menjadi filosofi mendasar dari pesantren yang pernah mendapatkan nilai UN tertinggi di tahun 2015 ini.

Review lengkap tentang pesantren ini bisa klik link berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *