5 Rahasia Pesantren Sidogiri Pasuruan

Pesantren Sidogiri Pasuruan dikenal sebagai salah satu pesantren yang paling dikenal di Indonesia. Salah satu buktinya adalah bagaimana di Google nama pesantren ini dicari lebih dari seribu orang setiap bulannya. Tentu pencapaian ini tidaklah mudah didapatkan.

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini SekolahPesantren akan membahas rahasia dari Pesantren Sidogiri Pasuruan versi kami. Yang dimaksud rasahia adalah sebab musabab mengapa pesantren tersebut bisa eksis hingga sekarang, bahkan pesantren tersebut semakin membesar. Inilah 5 rahasia Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Pesantren Sidogiri Pasuruan
Pesantren Sidogiri Pasuruan
  • Pesantren Tertua di Indonesia

Pesantren Sidogiri tidak perlu diragukan dalam aspek ketahanan menghadapi tantangan zaman. Pesantren Sidogiri Pasuruan ini sudah melewati tiga abad. Bagi lembaga pendidikan tidak banyak yang bisa melakukan demikian.

Berdiri pada tahun 1718, dalam catatan website resminya, artinya pesantren ini sudah melewati sekitar enam generasi. Tentu tantangan zaman yang sudah dilewati sekian lama menjadikan pesantren ini menjadi jauh lebih matang. 

Apalagi umumnya lembaga pendidikan sering hanya berusia maksimal tiga generasi. Generasi keempat dan selanjutnya masih ada, namun kesuksesannya tidak sama dengan yang sudah dicapai sebelumnya. 

Hebatnya Sidogiri adalah, pesantren ini setiap tahun terus tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu pesantren ini patut menjadi rujukan bagi semua pesantren yang ingin berusia panjang. 

  • Identitas Tetap Pesantren Salaf

Tahukah Anda kalau Sidogiri adalah pesantren yang dari dulu memiliki sistem pendidikan klasik, bukan model pesantren modern. Yaitu pesantren dengan sistem pendidikan ngaji sorogan, dan bandongan.

Bahkan pesantren ini pun sangat minim merujuk pada kurikulum nasional atau diknas. Mereka memiliki kurikulum pendidikan tersendiri. Ngaji kitab, nahwu sorof, kemudian bahsul masail menjadi identitas kuat di pesantren ini.

Bahkan kalender dan jam pun memiliki identitas tersendiri. Kalendernya mengikuti kalender Islam, sedangkan untuk waktu mengikuti waktu istiwa’. Oleh sebab itu jangan heran kalau di sana melihat jam tujuh ternyata berbeda dengan jam Anda.

Identitas ini tidak berubah. Ternyata di era millenial di mana semua serba absurd dan tanpa identitas, pesantren yang model seperti ini justru yang mengambil peran besar. Karena identitasnya jelas, sehingga menjadi rujukan. 

Bahkan sampai sekarang mereka selalu mamakai sarung, koko, dan lain sebagainya. Mereka percaya diri dengan identitas tersebut. 

  • Pesantren Penghasil Kyai Pesantren

Pesantren Sidogiri memang dikenal sebagai pesantren yang menghasilkan kyai pesantren. Maksudnya alumninya banyak yang mendirikan pesantren, atau bahkan melanjutkan kepemimpinan pesantren.

Tidak perlu jauh-jauh, beberapa kyai di Jawa Timur, seperti Kyai Nurul Jadi Paiton Alm KH. Zaini Mun’im pernah menimba ilmu di Sidogiri. Begitu juga kyai-kyai lain yang kini tersebar di banyak pesantren di seluruh Indonesia.

Karena hal ini pulalah pesantren Sidogiri selalu diserbu oleh santri. Banyak kyai pesantren tentu merekomendasikan jika yang dicari adalah ilmu pengetahuan.

  • Keilmuan Mumpuni dan Tawadhu’

Ini kesan tim redaksi sekolahpesantren ketika berkunjung ke Pesantren Sidogiri. Santri-santri memiliki keilmuan yang mumpuni. Terutama dalam kajian kitab kuning. Keilmuan bahasa pun demikian, cukup kuat. Nahwu Sorof sudah di luar kepala, kita alfiah khatam.

Kedua, ada budaya diskusi yang kuat di pesantren ini dengan sebutan bahsul masaa’il, artinya adalah mencari masalah-masalah, maksudnya dicari pemecahan dari masalah berdasarkan kitab-kitab yang sudah mereka pelajari. 

Ketiga, budaya tulis dalam pesantren ini cukup tinggi. Hasil diskusi tersebut dituliskan dalam buku yang diterbitkan oleh pihak pesantren. Inilah yang menjadikan alasan mengapa keilmuan di pesantren Sidogiri cukup disegani. Karena budaya lengkap, dari membaca, diskusi, dan menulis.

Tapi satu hal yang harus dicatat, santri di pesantren ini diajarkan untuk rendah hati, tawadu’. Anda akan melihatnya ketika sudah berdiskusi dengan santri Sidogiri.

  • Memiliki BMT Yang Sangat Besar

Dalam beberapa tahun terakhir ini nama BMT Sidogiri semakin akrab didengar banyak pihak. Bahkan setahu kami kunjungan untuk studi banding tidak pernah berhenti. Dari BMT ini kemudian lahir unit-unit usaha lain yang besar.

Inilah yang kemudian menjadi pendukung dari pesantren Sidogiri. Bahkan omsetnya pun konon, kami belum mendapat data resmi, tapi lebih dari satu triliun. Ini tentu sesuatu yang sangat membanggakan bagi dunia sekolah dan pesantren di Indonesia. 

Karena beberapa hal inilah pesantren Sidogiri sangat patut untuk dijadikan rujukan dan contoh bagi semua pesantren di Indonesia dalam aspek pengelolaan, identitas, juga beberapa aspek lainnya. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *