7 Jenis Pondok Pesantren di Indonesia

pesantren terbaik di Indonesia

Jenis pondok pesantren di Indonesia – Bisa dikatakan sistem pendidikan seperti pesantren tidak banyak tersebar di dunia. Hanya di Indonesia sistem pesantren menjamur bahkan menjadi kiblat pelaksanaan pendidikan agama Islam.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, justru pesantren berkembang, jenis pondok pesantren menjadi banyak macamnya. Ada juga yang mengatas dirikan namanya pesantren tapi sebenarnya hanya berasrama saja. Oleh sebab itu kami akan jelaskan jenis pondok pesantren di Indonesia.

  • Memahami Pondok Pesantren

Pondok berasal dari kata bahasa arab yaitu funduq, yang artinya adalah tempat tinggal. Sedangkan pesantren berasal dari kata santri, bahasa sanksekerta yang berarti agama, kitab suci, dan pengetahuan. Oleh sebab itu pondok pesantren berarti tempat tinggal orang yang mencari ilmu agama atau pengetahuan.

Ciri-cirinya dari pesantren adalah adanya kyai sebagai sosok yang dirujuk ilmunya. Zaman sekarang banyak yang tidak ada kyainya, adanya direktur, maka ini tidak murni pesantren. Kyai adalah sosok yang keilmuannya mumpuni, dan akhlaq yang mulia.

Arti lebih dalam pesantren di baca di sini!

Kedua adalah ada santri yang menimba ilmu. Jadi niatnya memang gayung mencari sumur. Mencari sumber ilmu. Oleh sebab itu ada pesantren yang memang enggan iklan, karena prinsipnya, kalau ilmunya baik, pasti dicari santri. 

Ketiga, ada masjid. Berapa banyak sekarang yang mengakui pesantren tapi tidak ada masjid. Padahal sentral kegiatan pesantren sebagai pendidikan Agama adalah masjid. Maka lihat terlebih dahulu apakah masjidnya ada walaupun kecil. 

  • Pesantren Kyai

Pesantren yang pertama adalah pesantren yang memang hanya mengaji kepada kyai. Tidak ada niat lain dari santri yang berkunjung. Mereka memang ingin datang untuk mengaji pada kyai. 

Biasanya kyai identik dengan ilmu tertentu. Misal, kyai A di tafsir, ke Rembang. Maka orang tersebut pergi ke Rembang untuk menimba ilmu. Oleh sebab itu, banyak zaman dulu orang yang belajar dari satu pesantren ke pesantren lain, seperti KH. Hasyim Muzadi. 

Pesantren Sidogiri Pasuruan
Pesantren Sidogiri Pasuruan

Di pesantren model ini, pendidikan formal tidak ada. Intinya hanya mengaji pada kyai. Siasatnya, biasanya sekolah formal ke luar pesantren. Di SMP negeri sekian. Nanti pulang kembali mengaji. 

Biasanya model pendidikan yang ada di pesantren demikian sorogan, dan bandongan. Yaitu masing-masing memegang kitab, mendengarkan kyai membahas dari satu bait ke bait yang lain. Berjamaah seperti sebuah kajian. Seperti semut mengerubuti gula. Begitulah. 

Pesantren seperti demikian masih cukup banyak di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tinggal di rumah kyai, pagi sampai siang sekolah. Maka biasanya pendaftarannya seperti nitip pada kyai. 

Tapi bukan model kos-kosan lho ya. Yang penting tidur di rumah kyai. Jangan salah paham. 

  • Pesantren dan Pendidikan Formal

Yang kedua adalah pesantren model pendidikan formal dan kyai menjadi satu lingkungan. Maksudnya, di lingkungan pesantren tersebut ada pendidikan jenjang SMP dan SMA, atau Tsanawiyah dan Aliyah. 

Kemudian asramanya di satu lingkungan. Sehingga tidak begitu jauh. Pesantren yang demikian kyainya yang memiliki sekolah formal tersebut. Santrinya berada di asrama yang sudah dikondisikan.

Model seperti ini paling banyak di era sekarang. Seperti Darul Ulum, atau Tebu Ireng, menggunakan model yang demikian. 

Kelebihannya, santri mendapatkan pendidikan formal, sehingga orang tua tidak perlu khawatir ijazah untuk mendaftar di masa depan. Tapi negatifnya, pendidikan pesantrennya biasanya tidak kuat. Standard, karena yang lebih utamakan biasanya dengan model pesantren ini adalah pendidikan formalnya.

Maka biasanya pendidikan formalnya bernama terpadu, atau unggulan, karena memang ingin diunggulkan sekolah formalnya. Jadi yang utama pendidikan formal. Pesantren seperti ini banyak yang menyukai. 

nu.or.id
  • Pesantren Kurikulum Mandiri

Jenis pesantren di Indonesia selanjutnya adalah pesantren kurikulum mandiri. Maksudnya, jangan bicara pendidikan formal atau tidak formal, pesantren ini yang pendidikannya satu paket dengan model demikian. Sudah dicampur, atau murni pendidikan keilmuan Islam. 

Jadi tidak ada namanya pagi masuk sekolah, sore ke pesantren. Contoh yang demikian adalah Sidogiri dan Gontor.

Sidogiri memiliki sistem kurikulum pesantren dengan pendidikan keislaman yang kuat. Aqidah, Usul Fiqh, Hadist, dan lain sebagainya sudah menyatu menjadi satu. Tidak bergantung pada kyai. Masuk kelas, pagi harus hafalan alfiah. Semua tersistem. Model seperti ini juga digunakan di Langitan.

Sedangkan Gontor memiliki kurikulum formal dan agama yang dicampur menjadi satu dengan sebutan KMI, kurikulum ini banyak ditiru pesantren-pesantren lainnya. Inilah kiblat pesantren modern seperti Al Khair Ponorogo. 

Dalam sudut pandang kami, model demikian salah satu yang cukup bagus. Karena keseimbangan dan fokus keilmuan terjaga. 

Jika ada pertanyaan bagaimana pendidikan formalnya, di pesantren demikian ijazahnya sudah diakui pemerintah, biasanya juga disediakan kejar paket. Biasanya pesantren demikian pada saat ini menjadi rujukan. 

  • Pesantren Tahfidz Quran

Jenis pesantren di Indonesia yang selanjutnya adalah pesantren tahfidz Quran. Artinya fokus pendidikan yang dilalui hanya tahfidz Quran saja. Apakah tidak ada pendidikan lain, ada. Biasanya mengaji kitab aqidah, fiqh, dan akhlaq. Namun target utamanya menghafal Al Quran.

Pada prosesnya target hafalan bergantung pada kemampuan santri itu sendiri. Ada yang mampu satu tahun 30 Juz. Ada juga yang tiga tahun. Biasanya pesantren demikian sangat ketat dalam aspek kelulusan. Ada uji publik dan lain sebagainya. 

Pesantren khusus tahfidz seperti ini banyak di Kudus, juga daerah lain. 

  • Pesantren Tahfidz Quran Plus Formal

Jenis pondok pesantren yang selanjutnya adalah pesantren tahfidz Quran plus formal. Bukan dibalik, pesantren formal plus tahfidz Quran. 

Pesantren tahfidz Quran plus formal, biasanya sebuah sistem di mana pesantren sudah mengkondisikan pendidikan formal, tapi disesuaikan dengan kurikulum tahfidz Quran. Artinya, pendidikan formal yang menyesuaikan dengan jadwal tahfidz Quran.

Contoh, pesantren Muqaddasah Ponorogo. Karena waktu pagi digunakan untuk menghafal Al Quran, maka masuk sekolahnya sedikit siang. 

jenis pondok pesantren di Indonesia

Contoh lain, di Darul Hikam Tahfidz Quran khusus putri. Pesantrennya dikondisikan khusus tahfidz, namun pendidikan formalnya justru dikondisikan pada pelajaran-pelajaran tertentu, dan masuknya di waktu siang. Kecuali di waktu menjelang kelas tiga aliyah, maka pendidikan formalnya lebih banyak karena sudah dikondisikan hafal Quran di kelas dua aliyah, kelas tiga lebih banyak murajaah. 

  • Pesantren Wirausaha dan Ketrampilan

Ini yang istimewa. Jenis pondok pesantren wirausaha atau ketrampilan. Maksudnya pendidikan pesantrennya tetap, bersama kyai, ada juga dengan sistem. Tapi setiap santri dibekali ilmu hidup, yaitu ketrampilan wirausaha. 

Pesantren yang demikian memiliki prinsip, santri akan hidup dengan ketrampilannya, sedangkan agama harus tetap ada di hatinya. Sehingga pesantren demikian seringkali menghasilkan wirausaha-wirausaha. 

Pesantren demikian kembali ke prinsip zaman dulu kalau hidup dengan berdagang, dan sisa waktunya untuk mengabdi pada Allah. 

Meskipun kenyataanya memang banyak menghasilkan wirausaha, tapi pesantren demikian seringkali tidak banyak yang antusias. Kecuali bagi yang sudah lulus SMA atau kuliah.

Inilah beberapa jenis pondok pesantren di Indonesia yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Semoga Anda bisa lebih jeli memilih pesantren yang kini berkembang pesat di Indonesia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *