Canggihnya Merdeka Belajar Al Hikmah Boarding Batu

Merdeka Belajar Al Hikmah Boarding Batu
Siswa Al Hikmah Boarding School Batu sedang melakukan kegiatan mandiri

Konsep merdeka belajar populer ketika diusung oleh Nadiem Makarim. Konsep ini kian didengar ketika hadirnya virus corona di Indonesia. Banyak sekolah yang masih belum siap. Namun demikian ternyata sudah ada sekolah yang melaksanakannya jauh sebelum istilah merdeka belajar untuk anak SMP dan SMA populer, yaitu Al Hikmah Boarding School Batu.

Merdeka belajar yang diusung oleh Al Hikmah Batu adalah konsep dimana anak bebas menentukan sendiri metode belajar yang mereka mau. Selain merasa asyik dan siap belajar bertanggung jawab atas pilihan belajarnya, para siswa juga merasa seru saat menguasai berbagai macam jenis teknologi informasi.  

Masa Pra Mederka Belajar

Masa penyesuaian untuk konsep e learning merdeka belajar ini adalah 6 bulan. Tes bakat dan minat dilakukan di awal sehingga siswa tidak kesulitan untuk menentukan langkah belajar mereka sendiri. 

Setelah para siswa menyerahkan proposal hidupnya, mereka akan memasuki tiga fase kelas. Kelas pertama adalah kelas wajib, dimana para siswa akan mendengarkan semua penjelasan guru tentang tema yang mereka pilih. 

Kelas kedua adalah kelas konsultasi, dimana mereka akan bertanya tentang hal-hal yang ingin mereka ketahui, di kelas ini jugalah mereka akan berdiskusi dengan teman-temannya. Sedangkan kelas yang terakhir adalah kelas mandiri, kelas ini yang akan menentukan penilaian dari penugasan yang diberikan oleg guru. 

Dari ketiga kelas ini, nampaknya prestasi siswa Al Hikmah Batu mulai dapat terukur dengan baik. Prestasi akademis terlihat menonjol dan nilai-nilai baik pun terpenuhi. Lantas, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki kelebihan di budang non akademis? Apakah cara belajar dengan metode seperti ini sudah cukup efektif bagi mereka? 

Efektivitas Merdeka Belajar Al Hikmah Batu

Al Hikmah Batu tentu sudah memiliki solusi atas tantangan ini. Bagi setiap siswa, dalam pertemua dua kali tatap muka, mereka juga dilatih untuk menguasai setidaknya satu jenis bidang olahraga dan satu jenis alat musik. Inilah yang membuat lembaga pendidikan ini berbeda dengan yang lain. Tidak hanya mampu mendukung siswa yang memiliki kelebihan dalam bidang akademis, namun juga mendukung siswa dalam segi non akademis. 

Tak hanya cukup pada penguasaan bidang olahraga dan alat musik, organisasi siswa menjadi ajang untuk memperoleh nilai leadership. Seperti yang kita tahu, negeri kita sangat membutuhkan orang-orang yang pandai untuk bernegosiasi dalam organisasi. 

Selain itu, kemampuan untuk memimpin orang lain secara adil juga merupakan hal yang akan terus menerus dibutuhkan dalam memimpin industri di bidang apa saja kelak. Hal inilah yang membuat Al Hikmah Batu tetap mempertahankan OSIS atau organisasi kesiswaaan sekalipun pembelajaran mereka lebih banyak e-learning dari pada bertatap muka. 

Berkat kultur enjoy yang dibangun oleh Al Hikmah  Batu, maka anak tidak hanya asyik belajar namun mereka juga memiliki skill untuk hidup. Anak-anak yang memiliki kelebihan di bidang non akademis merasa tidak “bodoh” dan banyak yang berhasil mencapai standar nilai kecukupan yang disyaratkan sekolah. 

E Learning Modern Al Hikmah Boarding Batu

E-learning merdeka belajar ini sudah banyak dilirik oleh para orang tua yang menginginkan anaknya maju dalam teknologi dan peradaban. Dahulu, mungkin kita tidak pernah membayangkan ada konsep belajar dari rumah seperti sekarang. 

Namun, kali ini, di zaman ini, tentu mau tak mau kita harus mengikuti dinamikanya, jangan sampai tergerus oleh zaman dan waktu. Konsep e-learning tentu melibatkan orang tua sebagai kontrol utama bagi kedisiplinan belajar dan amalan harian siswa. 

Para orang tua juga diberikan batas waktu untuk melaporkan kegiatan siswa saat maghrib, sehingga guru dapat menilai dan mempersiapkan bahan ajar pada keesokan harinya. 

Keterlibatan para orang tua bukan tanpa sebab. Sejak awal, Al Hikmah Batu memang digagas untuk menciptakan pendidikan dua arah. Jadi, sekolah bukan sebagai tempat penitipan anak saja, orang tua dan guru benar-benar mendidika anak secara bersamaan. 

Al Hikmah Boarding School Batu
Suasana mengaji di Al Hikmah Boarding School Batu

Para orang tua mengerti apa visi dan misi sekolah, sedangkan para guru juga mengerti apa keinginan anak dan orang tuanya. Keseimbangan inilah yang diinginkan oleh Al Hikmah Batu, dengan demikian, harapan sekolah dalam menciptakan generasi robbani yang melek digital akan terbapai insyaAllah. 

Hadir Sebagai Contoh Merdeka Belajar

Dengan suksesnya konsep belajar e-learning merdeka belajar ini, banyak juga dari sekolah lain yang ingin meniru dan belajar dari Al Hikmah Batu. Sementara ini, Al Hikmah Batu baru melayani via konsultasi untuk skeolah-sekolah yang ingin mengadopsi konsep mereka. 

Beberapa sekolah juga menawarkan kerjasama, namun pihak Al Hikmah Batu baru melayani kerjasama dengan instansi-instansi yang memiliki kemampuan untuk mengakomodir kegiatan siswa dengan pola modern seperti yang sudah dijelaskan. Terutama instansi-instansi yang memiliki kapasitas untuk mengelola bakat siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *