Siswa Al Hikmah Menjadi Khatib di Polres Batu

Kegiatan AL Hikmah Boarding School
Siswa Al Hikmah Boarding School Batu sedang memberikan khutbah Jum’at

Kemampuan memimpin yang baik tidak dihasilkan dari proses yang instan. Prosesnya tentu berkepanjangan dan harus dimulai sedari dini.

Al Hikmah Boarding School Batu sebagai salah satu sekolah yang menyadari pentingnya penanaman karakter baik sejak remaja memilki satu program menarik. Tak banyak sekolah atau pondok lain yang meniru, Al hikmah boarding batu menciptakan peluang bagi siswa-siswanya untuk menjadi imam dan khatib di masjid-masjid daerah Batu.

Al Hikmah Boarding Batu Menawarkan Diri

Menjadi imam dan khatib sejatinya adalah tentang berlatih menjadi pemimpin. Kata kunci kepemimpinan yang selalu dipegang oleh Al Hikmah adalah, pemimpin terbaik adalah yang mendatangi kaumnya.

Dengan adanya penawaran dari Al Hikmah kepada masjid-masjid di Batu membuat mau tak mau, para siswanya belajar kepemimpinan sesuai dengan syariat keislaman.

Target dari Al hikmah boarding batu sendiri adalah menjadikan semua siswanya berpengalaman dalam menjadi imam dan khatib. Demi memenuhi standar tersebut, maka para siswa benar-benar digembleng dalam penguasaan bacaan Al Quran dan latihan komunikasi.

Adapun penguasaan bacaan Al Quran meliputi makhorijul huruf, tajwid, hafalan dan kefasihan bacaan. Ketika para siswa sudah mencapai standar yang cukup baik untuk menjadi imam, maka pihak sekolah akan membagikan jadwal bergilir untuk mereka.

Selain menjadi imam di masjid-masjid, siswa Al Hikmah juga dilatih menjadi khatib yang handal.  Text untuk khutbah dibuat sendiri oleh siswa, mereka berlatih menulis text non fiksi sebab rujukan dari khutbah haruslah berasal dari Al Quran dan Al Hadist.

Setelah itu, para siswa akan menganalisa textnya masing-masing untuk kemudian berlatih komunikasi. Tentu menyampaikan ide dihadapan khalayak ramai tidaklah mudah. Mau tak mau siswa dituntut untuk menyampaikan khutbah secara baik dan runtut.

Sekalipun banyak dari para siswa yang merasa grogi saat menjadi imam dan khatib, guru-guru Al hikmah boarding batu tetap memotivasi mereka dengan baik. Ada guru yang ditugaskan untuk menemani siswa saat menjadi khatib dan imam.

Evaluasi pun langsung dilakukan setelah “penampilan” siswa. Tentu setelah kembali ke sekolah ya. Dengan demikian, siswa mampu mengupgrade dirinya untuk kemudian menjadi imam dan khatib yang lebih baik kedepannya.

siswa al hikmah belajar khutbah jum'at

Lima Masjid Berlangganan Siswa Al Himah Boarding Batu

Saat ini, sudah lima masjid yang “berlangganan” imam dan khatib dari Al hikmah boarding batu. Dua dianbtaranya adalah masjid kampung bernama Sunan Kalijaga dan Nurul Huda, dua lainnya adalah masjid SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 sedangkan satu terakhir adalah masjid milik instansi yakni Polres Batu.

Terkadang, bila salah satu imam atau khatib di jadwal masjid tersebut berhalangan, maka takmir akan menghubungi pihak Al Hikmah, dua hari sebelum hari Jumat, siswa sudah dapat mempersiapkan dirinya untuk kemudian menggantikan iman dan khatib yang berhalangan.

Program imam dan khatib dari Al hikmah boarding batu ini dianggap sangat membantu masjid-masjid tersebut. Banyak dari para jamaah yang kemudian mengapresiasi usaha dari sekolah. Al hikmah boarding batu pun cukup dikenal sebab para siswanya mau untuk bergabung dan membaur dengan masyarakat setempat.

Al hikmah boarding batu juga tak sungkan untuk menyesuaikan “gaya dan mazhab” dari masjid-masjid tersebut. Alhasil takmirpun menjadi terbantu sebab para siswa mau menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat setempat.

Hasil paling signifikan yang dirasa oleh para siswa adalah kepercayaan diri yang meningkat. Setelah mereka terjun langsung ke masyarakat dengan menjadi imam dan makmum, siswa jadi tidak malu untuk berkompetisi dengan teman-temannya dalam lingkup sekolah.

Tentu hal ini dikarenakan, mereka sudah memiliki pengalaman yang lebih menantang di luar sekolah.

Kemampuan komunikasi siswa serta kemampuan dalam bacaan Al Quran juga cukup meningkat. Menjadi imam dan khatib tentu perlu latihan yang terus menerus. Hal inilah yang dirasa para siswa, secara tidak langsung kemampuan beragama mereka meningkat dan diharapkan mampu menjadi bekal mereka di masa depan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *